PROPOSAL

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

(PTK)

PENINGKATAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS 4 SDN 01 MANGUHARJO KOTA MADIUN MELALUI BERWUDLU SEBELUM PELAJARAN

 

OLEH:

 

HAFID NURCHOLISH

NPM: 09141092

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

IKIP PGRI

MADIUN

2013

 

PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

Peningkatan Keaktifan Belajar Siswa Kelas 4 SDN 01 Manguharjo Kota Madiun Melalui Berwudlu Sebelum Pelajaran

  1. A.    Latar Belakang Masalah

Pada hakekatnya kegiatan beiajar mengajar adalah suatu proses interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa dalam satuan pembelajaran. Guru sebagai salah satu komponen dalam proses belajar menganjar merupakan pemegang peran yang sangat penting. Guru bukan hanya sekedar penyampai materi saja, tetapi lebih dari itu guru dapat dikatakan sebagai sentral pembelajaran.

Sebagai pengatur sekaligus pelaku dalam proses belajar mengajar, gurulah yang mengarahkan bagaimana proses belajar mengajar itu dilaksanakan. Karena itu guru harus dapat membuat suatu pengajaran menjadi lebeh efektif juga menarik sehingga bahan pelajaran yang disampaikan akan membuat siswa merasa senang dan merasa perlu untuk mempelajari bahan pelajaran tersebut.

Guru mengemban tugas yang berat untuk tercapainya tujuan pendidikan nasional yaitu meningkatkan kualitas manusia Indonesia, manusia seutuhnya yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani, juga harus mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta terhadap tanah air, mempertebal semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial. Sejalan dengan itu pendidikan nasional akan mampu mewujudkan manusia-manusia pembangunan dan rnembangun dirinya sendiri serta bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. Depdikbud (1999).

Berdasarkan fakta di lapangan pada saat pelajaran berlangsung apalagi setelah istirahat banyak siswa yang kurang semangat. Terlihat para siswa mengantuk saat pelajaran. Menurut penulis keadaaan ini karena siswa tidak fresh saat setelah istirahat. Hanya sekitar 50% yang terlihat semangat dlam mengikuti pelajaran

Dari uraian di atas, penulis mencoba menerapakan tindakan yang membuat para siswa lebih segar setelah istirahat, yaitu dengan cara berwudlu. Berwudlu sudah menjadi bagian dalam hidup muslim, dimana kegiatan membasuh muka, tangan dan kaki ini akan membuat lebih segar dalam mengikuti pelajaran.

Dari latar belakang tersebut di atas, penulis dalam penelitian ini mengambil judul “Peningkatan Keaktifan Belajar Siswa Kelas 4 SDN 01 Manguharjo Kota Madiun Melalui Berwudlu Sebelum Pelajaran”.

 

  1. B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana penerapan berwudlu sebelum pelajaran untuk meningkatkan keaktifan siswa kelas 4 SDN 01 Manguharjo Kota Madiun?
  2. Apakah penerapan berwudlu sebelum pelajaran dapat meningkatkan keaktifan siswa kelas 4 SDN 01 Manguharjo?

 

  1. C.    Pemecahan Masalah

Untuk memecahkan masalah rendahnya keaktifan belajar siswa kelas 4 SDN 01 Manguharjo Kota Madiun, akan dilakukan penerapan berwudlu sebelum pelajaran. Langkah-langkahnya adalah: (1) Peneliti menyediakan waktu 5 menit sebelum pelajaran untuk berwudlu siswa; (2) Guru ikut berwudlu untuk memastikan semua siswa berwudlu; (3)mengisi absen tanda sudah berwudlu.

 

  1. D.    Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:

  1. Mendiskripsikan penerapan berwudlu sebelum pelajaran untuk meningkatkan keaktifan siswa kelas 4 SDN 01 Manguharjo Kota Madiun.
  2. Mendiskripsikan peningkatan keaktifan belajar siwa kelas 4 SDN 01 Manguharjo Kota Madiun.

 

  1. E.     Manfaat Penelitian

Penulis mergharapkan dengan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi :

  1. Guru

Memberikan informasi tentang metode untuk meningkatkan keaktifan siswa

  1. Siswa

Meningkatkan motivasi dan keaktifan siswa

  1. Sekolah

Memberikan masukan bagi sekolah sebagai pedoman untuk mengambil kebijakan di sekolah tersebut.

 

  1. F.     Kajian Pustaka
    1. Tata Cara berwudlu

Sekedar mengingatkan tentang tata cara berwudlu. Pertama-tama yang perlu kita ingat kembali adalah rukun wudlu:

  • Niat
  • Membasuh muka
  • Membasuh kedua tangan
  • Mengusap Kepala
  • Mencuci dua kaki sampai mata kaki
  • Tertib

Dasar Hukum:“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu berdiri untuk shalat, maka cucilah mukamu dan kedua tanganmu hingga sikut, dan usaplah kepalamu dan cucilah kedua kakimu hingga mata kaki…”(Al Maidah Ayat 6)

“Dari Humran (Katanya) sesungguhnya Utsman r.a. meminta air untuk berwudlu lalu beliau mencuci kedua tapak tangannya tiga kali lalu beliau berkumur, memasukkan air ke dalam hidungnya dan mengeluarkannya, lalu beliau mencuci mukanya tiga kali, lalu mencuci tangan kanannya termasuk sikutnya tiga kali, lalu mencuci tangan kirinya termasuk sikutnya, ia lalu menyapu kepalanya, lalu mencuci kaki kanannya termasuk mata kaki tiga kali, lalu mencuci kaki kirinya termasuki mata kakinya tiga kali, kemudian beliau berkata: saya pernah melihat Rasulallah saw, mengambil air wudlu seperti saya mengambil air wudlu ini” (Muttafaq Alaih). Oleh: Ust. Dadan M. Alhadad

  1. Manfaat Berwudlu

Kendati sederhana, manfaatnya sangat besar. Itulah yang dibuktikan oleh para ahli kesehatan dunia. Salah satunya adalah Prof Leopold Werner von Ehrenfels, seorang psikiater sekaligus neurolog berkebangsaan Austria. Ia menemukan sesuatu yang menakjubkan dalam wudhu karena mampu merangsang pusat syaraf dalam tubuh manusia. Karena keselarasan air dengan wudhu dan titik-titik syaraf, kondisi tubuh senantiasa akan sehat. Dari sinilah ia akhirnya memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Baron Omar Rolf Ehrenfels.

Ulama fikih juga menjelaskan hikmah wudhu sebagai bagian dari upaya untuk memelihara kebersihan fisik dan rohani. Daerah yang dibasuh dalam air wudhu-seperti tangan, daerah muka termasuk mulut, dan kaki –memang paling banyak bersentuhan dengan benda-benda asing, termasuk kotoran. Karena itu, wajar kalau daerah itu yang harus dibasuh.

Mokhtar Salem dalam bukunya Prayers a Sport for the Body and Soul menjelaskan, wudhu bisa mencegah kanker kulit. Jenis kanker ini lebih banyak disebabkan oleh bahan-bahan kimia yang setiap hari menempel dan terserap oleh kulit. Kemudian, apabila dibersihkan dengan air (terutama saat wudhu), bahan kimia itu akan larut. Selain itu, jelasnya, wudhu juga menyebabkan seseorang menjadi tampak lebih muda.

Berbagai penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa munculnya penyakit kulit disebabkan oleh rendahnya kebersihan kulit. Karena itu, orang yang memiliki aktivitas padat (terutama di luar ruangan) disarankan untuk sesering mungkin membasuh atau mencuci anggota badannya yang terbuka, seperti kepala, muka, telinga, hidung, tangan, dan kaki.

Sebab, penyakit kulit umumnya sering menyerang permukaan kulit yang terbuka dan jarang dibersihkan, seperti di sela-sela jari tangan, kaki, leher, belakang telinga, dan lainnya. Karena itu, Mochtar Salem memberi saran agar anggota tubuh yang terbuka senantiasa dibasuh atau dibersihkan dengan menggunakan air.

Rasul SAW menyatakan, wajah orang yang berwudhu itu akan senantiasa bercahaya. Rasulullah akan mengenalinya nanti pada hari kiamat karena bekas wudhu. “Umatku nanti kelak pada hari kiamat bercahaya muka dan kakinya karena bekas wudhu.”

Jelas sekali karena berwudlu akan membuat wajah lebih berseri-seri dan cerah.

 

  1. Pembelajaran aktif

Pembelajaran aktif ini siswa yang harus dituntut aktif bukan guru yang aktif, guru harus kreatif dalam mengelola pembelajaran dan tidak lupa harus kreatif menyiapkan media pembelajaran yang sesuai dengan mata pelajaran  sehingga akan didapat suatu pengalaman belajar yang aktif.

 

  1. G.    Hipotesis Tindakan

Hipotesis tindakan dari penelitian ini adlah sebagai berikut:

Penerapan berwudlu sebelum pelajaran akan meningkatkan keaktifan siswa SDN 01 Manguharjo Kota madiun.

 

  1. H.    Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan rancangan prnrlitian tindakan kelas (PTK). PTK adalah penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran di kelas, atau memecahkan masalah pembelajaran di kelas yang dilakukan secara bersiklus.

Model pelaksanaan PTK ini menggunanakan model PTK “guru sebagai peneliti” dengan acuan model siklus yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart (1990), dengan digambarkan sebagai berikut:

Siklus 1: terdiri atas perencanaan, pelaksaan tindakan, observasi, dan refleksi.

  1. Perencaaan:
  • Mempersiapkan alat untuk membantu kegiatan berwudlu
  • Membuat daftar absen berwudlu
  • Menjelaskan pada siswa aturan dari kegiatan berwudlu.
  • Pelaksaan berwudlu sebelum pelajaran selama seminggu
  • Pelaksaan observasi selama kegiatan pembelajaran setelah berwudlu sebelum pelajaran
  • Pada tahap ini dilakukan analisis data yang telah diperoleh. Hasil analisis data yang telah ada dipergunakan untuk melakukan evaluasi terhadap proses dan hasil yang ingin dicapai.
  • Refleksi daimaksudkan sebagai upaya untuk mengkaji apa yang telah atau belum terjadi, apa yang dihasilkan,kenapa hal itu terjadi dan apa yang perlu dilakukan selanjutnya. Hasil refleksi digunakan untuk menetapkan langkah selanjutnya dalam upaya unttuk menghasilkan perbaikan pada siklus II
  1. Pelaksaan Tindakan
  1. Observasi
  1. Refleksi

Siklus II: Seperti halnya siklus I mencakup kegiatan terdiri atas perencanaan, pelaksaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hanya saja perencanaan kegiatan mendasarkan pada hasil refleksi pada siklus I sehingga lebih mengarah pada perbaikan pada pelaksanaan siklus I.

 

  1. I.       Latar dan Subjek Penelitian

Penelitian ini dilakukan di kelas 4 SDN 01 Manguharjo Kota madiun, dengan subjek siswa kelas 4 sebanyak 40 anak yang terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan.

 

  1. J.      Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas: observasi dan dokumentasi.

Teknik observasi digunakan untuk mengamati gejala-gejala yang tampak dalam proses pembelajaran. Apakah siswa sudah aktif apa belum sesudah berwudlu sebelum pelajaran

Teknik dokumentasi mendokumentasikan hasil absensi siswa, dan data proses berwudlu siswa.

 

  1. K.    Instrument Penelitian

Yang menjadi instrumen penelitian ini adalah berdasarkan data dokumentasi dan observasi. Peneliti akan mengumpulkan data yang berupa pedoman dokumentasi dan sangat mungkin juga menambah daftar dokumen dan hasil observasi di kelas.

 

  1. L.     Teknik analisis Data

Data yang yang terkumpul akan dianalisis secara diskriptif. Data kualitatif berupa catatan pengamatan akan dipaparkan, disederhanakan, pengelompokan data, dan pemaknaan.

Dalam analisis data untuk memperoleh data yang benar-benar dapat dipercaya peneliti melakukan memberchek, dan pelacakan secara mendalam.

 

 

 

 

 

  1. M.   Daftar Pustaka

 

Ibadullah Malawi, dkk. 2012. Penelitian Tindakan Kelas. Madiun:IKIP PGRI Madiun

http://www.sarjanaku.com/2011/07/contoh-proposal-ptk-penelitian-tindakan.html

http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/10/09/07/133861-inilah-manfaat-wudhu-bagi-kesehatan

http://buurrhhaann.blogspot.com/p/pembelajaran-aktif.html